Teori Negara Paska-Kolonial

Teori Negara Paska-Kolonial

Apa saja teori negara paska-kolonial?

Impase Politik Mesir: Kritik atas Pandangan Coen Husain Pontoh

Impase Politik Mesir: Kritik atas Pandangan Coen Husain Pontoh

Sementara tokoh Kiri semacam Coen (yang melanjutkan studi ke City University of New York pasca bubarnya PRD) berlindung di balik tesis Rosa Luxemburg atau Leon Trotsky, tapi kehilangan elan revolusionernya.

buaya

Neoliberalisme dan Jokowi (Tanggapan untuk M.Sembodo)

Terakhir dua kubu ini saling bersaing berebut pengaruh atas PDIP dan Jokowi dengan serangkaian manuver. Lippo Group dan lingkaran CSIS ini sebenarnya sama-sama neoliberal juga. Lippo Group ini terkenal dengan aksi “kedermawanannya” terhadap Amerika Serikat. Mereka pernah jadi donatur partai demokratnya A.S, dan Berkeley University, universitas penghasil mafia perekonomian, yang banyak menjadi ekonom orba. Resep-resep merekalah yang membuat Indonesia dirampok habis-habisan oleh imperialisme (neoliberalisme). Guru besar mafia berkeley ini adalah Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayah dari mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto, yang sekarang jadi capres Partai Gerindra.

tikus merah sedang merampok

Tentang Tulisan Yang Bikin Galau Itu

Pada pihak-pihak yang tidak nyaman dengan tulisan di atas, tidak terima/mangkel nama/organisasinya (kasebul, PSI, dll) disebut-sebut, saya menyarankan membuat tulisan tanggapan. Semua tanggapan yang ada di web Tikus Merah tidak akan disensor, baik itu pro maupun kontra. Bila itu dirasakan belum cukup, silakan melaporkan (baik secara individu maupun organisasi) Tikus Merah ke pihak yang berwajib. Kita adu kebenaran di ruang pengadilan. Sebagai redaktur informal (karena di Tikus Merah tidak ada struktur) saya siap menghadapi konsekuensi hukum apapun. Alamat saya jelas, warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia, masuk dalam wilayah hukum Republik Indonesia.

beek

Orang-Orang Fundamentalis Katolik di Lingkaran Jokowi

Silahkan mengobrak-abrik semua analisa politik, tetap saja penyokong utama Jokowi ada tiga itu: fundamentalis Katolik [CSIS/Kasebul], fundamentalis Kristen [James Riyadi dkk], dan faksi PSI [Goenawan Mohamad dkk]. Nah, mengapa mereka turun bersama-sama mendukung Jokowi?

borgol

Pencapresan Jokowi dan Tanggung Jawab Politik Pasca Pileg 2014

Tindakan korupsi, lari dari tanggung jawab, dan ingkar janji, adalah salah satu bentuk tindakan immoral, seorang atau kelompok yang melakukan hal ini seharusnya tergugah hati nuraninya untuk menyesali perbuatannya. Secara politik hal itu bisa dilakukan dengan mundur dari panggung politik bagi seorang individu atau membubarkan diri dengan sukarela, bagi sebuah kelompok atau partai politik. Karena jika hal ini tidak dilaksanakan maka akan terjadi dua kemungkinan, pertama, Jokowi sebagai capres PDIP, akan kalah berlaga di pilpres 2014. Kedua, jika PDIP dan Jokowi memenangi pilpres, maka akan melakukan hal yang sama lagi, atau melakukan tindakan-tindakan immoral seperti korupsi, membohongi rakyat, dan lari dari tanggung jawab. Berikutnya, jika PDIP dan Jokowi tidak mundur dari panggung politik, maka hal tersebut adalah suatu contoh dari hati nurani yang bebal.

jokowi_boneka_pinokio_matahaticorp

Joko Wi dan Kisah Pemahat Batu dari Jepang

Pemilu Legislatif 2014 baru saja usai. Hitung cepat sudah ditutup. Hasilnya sudah diketahui. Pemenang biasanya senang. Nomor urut pertama, tentunya! Tetapi ini tidak. Target perolehan suara PDI-P meleset. Dari 27.02 persen hanya mendapat 19 persen. Hasil ini tak sehebat prediksi survei. Keberadaan Joko Wi ternyata tak mampu mendongkrak perolehan suara PDI-P. Joko Wi effect ternyata tidak bereffect.

“Sebagai Marxis kita harus jujur dan adil sejak dalam pikiran. Tanpa menghilangkan sedikitpun rasa hormat, aku harus katakan. Bahwa nyawa kawan-kawan kita itu tidak boleh dilebih-lebihkan melampaui  jiwa Munir dan Theys, betapapun keduanya bukan Marxis. Apalagi dengan nyawa ribuan rakyat Aceh yang melayang itu. Kawan-kawan kita gugur demi rakyat. Dan aku yakin mereka tidak minta diagung-agungkan melampaui pernghormatan kita kepada nyawa rakyat yang lainnya. Begitulah Marxisme yang kupahami. Dan kenapa aku menjadi Marxis, sebab Marxisme itu jujur”, kali ini Mardoki menunjukkan kebajikan seorang pengembala.

Prabowo, PDIP dan PKS (Sebuah Karikatur Politik Kiri)

“Sebagai Marxis kita harus jujur dan adil sejak dalam pikiran. Tanpa menghilangkan sedikitpun rasa hormat, aku harus katakan. Bahwa nyawa kawan-kawan kita itu tidak boleh dilebih-lebihkan melampaui jiwa Munir dan Theys, betapapun keduanya bukan Marxis. Apalagi dengan nyawa ribuan rakyat Aceh yang melayang itu. Kawan-kawan kita gugur demi rakyat. Dan aku yakin mereka tidak minta diagung-agungkan melampaui pernghormatan kita kepada nyawa rakyat yang lainnya. Begitulah Marxisme yang kupahami. Dan kenapa aku menjadi Marxis, sebab Marxisme itu jujur”, kali ini Mardoki menunjukkan kebajikan seorang pengembala.

“Sebagai Marxis kita harus jujur dan adil sejak dalam pikiran. Tanpa menghilangkan sedikitpun rasa hormat, aku harus katakan. Bahwa nyawa kawan-kawan kita itu tidak boleh dilebih-lebihkan melampaui  jiwa Munir dan Theys, betapapun keduanya bukan Marxis. Apalagi dengan nyawa ribuan rakyat Aceh yang melayang itu. Kawan-kawan kita gugur demi rakyat. Dan aku yakin mereka tidak minta diagung-agungkan melampaui pernghormatan kita kepada nyawa rakyat yang lainnya. Begitulah Marxisme yang kupahami. Dan kenapa aku menjadi Marxis, sebab Marxisme itu jujur”, kali ini Mardoki menunjukkan kebajikan seorang pengembala.

Para Belantik Kiri

Namun kelak jika kita melihat mereka menjadi penakut. Anggota legislatif yang melempem dan bermental belantik. Hanya menjadi bajingan-bajingan senayan. Begundal bagi tuan yang mulia, kapitalisme

tikus merah sedang merampok

Selamat Sore [Calon] Presiden

Jangan lupa Yang Mulia, usut dan kejar harta para koruptor BLBI, Bank Century, serta Soeharto dan kroninya. Biar dana-dana itu bisa dipakai untuk bangun sekolah, pusat kesehatan rakyat terpadu, beasiswa anak-anak miskin, pinjaman bergulir bagi UKM, pengadaan sarana air bersih, dukungan listrik untuk desa, perbaikan infrastruktur dasar rakyat, pembangunan industri dasar, serta memperkuat pertahanan nasional.

jokowi_boneka_pinokio_matahaticorp

Untuk Kaum Kiri Yang Melacurkan Diri Pada Joko Wi: Sebuah Kisah Dari Brasil

Seorang intelektual “progresif” yang tampaknya sudah lama tak bersentuhan dengan massa rakyat di negeri asalnya dan mungkin belum akan pulang sebelum berhasil mengencani Megan Fox berucap: “Hanya dengan dukungan kritis seperti inilah, kita bisa menghindar dari jebakan Ratu Adilisme di satu pihak dan sikap kekiri-kirian di pihak lain.” Seorang kawan balas menimpali: “Ini tak lebih dari kesalahan kanan kegila-gilaan. Mahluk ini sedang berhalusinasi. Titik.”

pinguin

Orang Jawa (Jangan-jangan) “Manusia Paling Bahagia”

Melihat video ini, banyak orang mengatakan kalau beginilah cara orang Jogja (Jawa) menyelesaikan masalah, dengan senyum. Mungkin, karena kultur mereka sangat menjunjung tinggi solidaritas. Kalau menurut Niels Mulder, orang-orang Jawa memang punya rasa kolektivitas yang tinggi. Mereka juga cenderung menghindari konflik demi persaudaraan atau kesetiakawanan sosial. Dan bisa jadi, inilah salah satu cara mereka untuk menopang kultur tadi.

12345Next ›Last »

Switch to our mobile site